Hai Sobat Hebat, tau kan berita akhir-akhir ini tentang gas melon yang langka?
Warga mengeluhkan ketika membeli gas harus antre panjang, udah gitu harga jadi naik, dan harus bawa fotokopi KTP. Sebenarnya ada apa sih?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknik Pendistribusian Isi Ulang Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tertentu Tepat Sasaran. Artinya, hanya subpangkalan resmi yang punya Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diizinkan menjual tabung LPG 3 kilogram.
Kebijakan itu, diterapkan mulai 1 Februari 2025.

image by InfoPublik.com
Artinya, pengecer yang seringkali jadi andalan masyarakat untuk membeli gas, kini dilarang untuk menjual. Tujuannya apa? Untuk memastikan subsidi gas LPG 3 kg khusus rakyat miskin ini tepat sasaran dan mengurangi penyimpangan harga di pasaran.
Tapi, realitanya justru malah menimbulkan masalah baru?
- Gas Langka, Rentan Naik Harga
Gas LPG 3 kg yang hanya bisa dibeli di agen resmi membuat para pelaku UMKM kesulitan mendapatkan pasokan gas. Apalagi kalau Sobat bertempat tinggal jauh dari pangkalan resmi. Udah gitu harus mengantre panjang dan sering kali tidak kebagian gas karena pasokan terbatas.
Alhasil, biaya logistik untuk memeroleh gas meningkat. Bisa jadi, para pelaku UMKM terpaksa menaikkan barang dan jasa untuk menutupi biaya tambahan tersebut. Tantangan ini dialami oleh pelaku UMKM, dengan menaikkan harga barang dan jasa yang dijual, bisa jadi mengurangi daya beli pelanggan bukan? Menurut Sobat gimana?
Selain biaya operasional yang bertambah, terkadang terdapat oknum yang sengaja menimbun pasokan gas untuk keuntungan sendiri, akhirnya harga gas jadi lebih tinggi.
- Antre Panjang bikin Stress Mental
Banyak laporan tentang antrean yang mengular panjang di pangkalan gas. Antrean tadi bisa menyebabkan kelelahan dan stres lho! Bahkan sampai ada yang meninggal karena antrean gas, yaitu lansia di Pamulang, Tangerang.
Mereka menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan gas, disamping itu, masih banyak pekerjaan lain yang menunggu untuk dikerjakan. Apalagi kalau Sobat punya pekerjaan sampingan, seperti ibu rumah tangga, pedagang kaki lima, dan banyak lagi.
- Rawan Tutup Sementara
Kelangkaan pasokan LPG 3 kg membuat pelaku UMKM memutar otak bagaimana cara untuk bertahan di tengah UMKM yang terpaksa menaikkan harga jual, dimana dapat berpeluang menurunkan daya beli konsumen.
Bahkan di beberapa daerah, UMKM rentan tutup sementara karena pasokan yang terbatas. Menurut Ketua Asosiasi UMKM Hermawati Setyorini memaparkan, kebijakan pemerintah yang menyebabkan kelangkaan gas LPG 3 kg ini mengakibatkan sejumlah pelaku UMKM terpaksa menutup usahanya.
Disisi lain, UMKM juga dituntut untuk memecahkan masalah dengan memikirkan alternatif lain selain menggunakan gas LPG untuk proses produksi. Bisa dengan sementara beralih ke kayu bakar atau arang. Terutama untuk UMKM yang bidang kuliner, seperti jualan gerobak keliling, warung makan, dan catering.
Dari banyaknya masalah yang timbul, akhirnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta maaf terkait kebijakan yang menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami Kementerian ESDM mengambil tanggungjawab melakukan perbaikan dan penataan agar sasaran gas LPG tepat sasaran” Kata Bahlil.
Dampak kebijakan pemerintah mengenai gas LPG memang cukup besar bagi UMKM. Mampu melemahkan usaha akar rumput di penjuru daerah. Itulah mengapa kebijakan harus dipertimbangkan dengan baik terhadap kebutuhan masyarakat.
Jadi gimana nih menurut Sobat Hebat? Kalian setuju dengan kebijakan ini? Atau ada solusi lain?
Referensi
Fitria Chusna Farisa. (2025, February 3). Lansia di Pamulang Meninggal Usai Mengantre Beli Gas Elpiji 3 Kg. KOMPAS.com; Kompas.com. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/02/03/19431471/lansia-di-pamulang-meninggal-usai-mengantre-beli-gas-elpiji-3-kg#google_vignette
Sultan Ibnu Affan. (2025, February 4). UMKM Meradang Imbas Kelangkaan LPG 3 Kg – Sektor Riil. Bloombergtechnoz.com; Bloomberg Technoz. https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/62025/umkm-meradang-imbas-kelangkaan-lpg-3-kg



